Tentang Saya

Rabu, 06 Juli 2022

Mobil ambulan terbang sebagai penunjang fasilitas kesehatan

 Essay

Tema : Inovasi teknologi masa depan

Sub tema : Kesehatan

Judul : Mobil ambulan terbang sebagai penunjang fasilitas kesehatan

 

Negara Indonesia sebagai negara berkembang masih bayak masalah yang belum di selesaikan. Salah satu masalah yang terjadi di indonesia yaitu alat transpotasi kesehatan yang sulit di jangkau. Misalnya, di desa-desa terpencil. Ketika ada orang yang sakit atau ibu yang melahirkan di desa maka susah untuk di jemput ambulan. Hal ini dikarenakan jalan di kampung yang belum diaspal sehingga sulit dilewati oleh kendaraan roda empat. Kemudian di kota-kota besar, tidak jarang ada ambulan yang terjebak macet. Padahal di dalamnya membawa pasien yang harus segera di operasi karena kecelakaan atau pasien yang dirujuk dari puskesmas ke rumah sakit. Apabila terlambat bisa saja terjadi hal yang todak diinginkan. Ada juga ambulan yang menabrak mobil/motor hingga ringsek. Tentu hal tersebut tidak aman jika mobil ambulan melewati jalan raya. Maka harus ada alat transportasi kesehatan yang lebih canggih, maju dan modern. Oleh karena itu diperlukan ambulan terbang sebagai sebagai penunjang transportasi kesehatan.

Penulis membayangkan mobil ambulan yang bisa terbang bernama flying ambulance. Flying ambulance merupakan alat transportasi kesehatan yang memungkinkan penggunanya bisa melandas di mana saja dengan landasan udara yang sempit dan bergerak ke mana saja tanpa macet karena lewat jalur udara. Bentuk mobil ini seperti mobil ambulan biasa dengan desain yang lebih modern. Onderdil mobil bisa didapatkan dengan cara import dari negara jepang atau amerika dan dirakit oleh teknisi indonesia yang berpengalaman.  Bodi mobil terbuat dari serat karbon sehingga sangat ringan dan kuat. Mobil ini dilengkapi dengan baling-baling sebanyak 10 buah di sisi kanan, kiri, depan dan belakang. Kemudian di bagian bawah terdapat gagang yang berfungsi sebagai landasan seperti helicopter. Di bagian atas mobil dipasang panel surya yang berfungsi untuk menangkap cahaya matahari dan mengubahnya menjadi listrik. Panel surya yang digunakan adalah panel surya yang ringan tapi memiliki kualitas penyerapan yang baik. Mobil ini dilengkapi dengan baterai listrik yang canggih dengan teknologi terbaru. Baterai pada mobil ini memiliki volume yang ringan dan memiliki kemampuan fast charging seperti baterai smarthphone dan memiliki kapasitas yang super besar. Ketika siang hari mobil ini mendapatkan energy listrik dari panel surya lalu menyimpannya ke dalam baterai tersebut sehingga mobil ambulan ini dapat terbang selama 24 jam non stop. Mobil ini juga dilengkapi dengan autopilot dan manual sehingga dapat terbang tanpa perlu pilot. Software mobil ini sangat canggih bisa terbang dari satu titik ke titik lainnya dengan bantuan gps dan google map. Area kabin cukup luas layaknya mobil ambulan biasa sehingga mampu menampung beberapa orang termasuk dokter, perawat dan pasien yang butuh pertolongan.

Cara kerja mobil ini sangat mudah. Hidupkan mesin dengan kunci, kemudian kondisi mobil terlihat pada layar monitor mobil.  kemudian set titik koordinat yang akan dituju, Setelah itu mobil akan lepas landas. Baling - baling akan berputar dengan cepat. Mobil akan bergerak menuju titik tersebut. Landasan bisa berupa teras kecil puskesmas yang sudah dipasang konblok. Masyarakat didesa terpencil juga dapat membuat lapangan kecil dengan permukaan yang rata sebagai tempat landas mobil ambulans ini. Mobil ini juga bisa melandas di hutan atau gunung asalkan ada tempat yang cukup untuk landas sehingga dapat menolong orang yang sakit/kecelakaan di hutan. Mobil canggih ini juga bisa mempertahankan ketinggian terbang sehingga bisa menurunkan dokter atau perawat ke hutan atau gunung sekalipun dengan bantuan tali. Mobil ini memiliki sistem keamanan yg kuat. Apabila ada kendala pada mesin maka akan terdeteksi pada layar monitor mobil dan tidak akan terbang. Selain itu jika baling-baling rusak satu masih ada 9 baling-baling yang dapat berputar sehingga lebih aman daripada helicopter. Dan juga tersedia parasut untuk penumpang. Apabila ambulan terbang ini mengalami gagal fungsi maka penumpang dapat menggunakan parasut untuk menyelamatkan diri. Mobil ini mampu mengangkut hingga 4 orang dengan berat 500kg.

Di bandingkan dengan mobil ambulan biasa yang menggunakan bensin, maka mobil ini menggunakan listrik sehingga lebih irit dan ramah lingkungan. Mobil ini tidak akan mengalami kebocoran ban karena menggunakan baling-baling. Mobil ini tidak perlu mengisi ulang baterai karena menggunakan panel surya diatasnya , namun sebagai cadangan juga diperlukan alat charging ke stop kontak. Mobil ini juga tidak perlu menggunakan sopir karena bekerja secara autopilot. Mobil ini mampu terbang hingga 200 meter di atas permukaan tanah.

Diharapkan mobil ini mampu mengangkut pasien dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat tanpa hambatan, mampu menyelamatkan pendaki yang tersesat di gunung atau mengalami hipotemia dan tidak bisa berjalan, mampu mengangkut pasien yang sakit / ibu-ibu hamil di daerah terpencil atau di pulau terpencil atau di pedalaman papua yang fasilitas kesehatannya belum memadai, sebagai mobil puskesmas keliling yang mampu mengantarkan dokter ke desa-desa terpencil, dan masalah-masalah lain di bidang kesehatan.

Kesimpulan dari penulis adalah saat ini alat transportasi kesehatan masih beluk efektif dan efisien karena sering mengalami macet dan kecelakaan. Diperlukan alat transportasi kesehatan yang bisa terbang yaitu flying ambulan. Mobil flying ambulan ini memiliki teknologi yang lebih canggih dan maju. Mobil ini lebih efisien daripada mobil ambulan yang biasanya. Diharapkan mobil flying ambulan ini digunakan rumah sakit sebagai penunjang fasilitas kesehatan

Https://www.amikom.ac.id